Jalan Utama Kota Makassar Tergenang Usai Hujan Deras
Hujan deras menyebabkan jalan utama Kota Makassar tergenang.Genangan air memperlambat arus lalu lintas dan mengganggu mobilitas warga.
Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar menyebabkan sejumlah jalan utama tergenang air dan berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas.Genangan muncul tak lama setelah hujan turun dengan intensitas tinggi sehingga kendaraan harus melambat dan antrean pun terbentuk di beberapa ruas strategis.Kondisi ini kembali menyoroti persoalan tata air perkotaan yang masih menjadi tantangan di tengah meningkatnya curah hujan.
Genangan air terlihat menutup sebagian badan jalan sehingga mengurangi lebar efektif jalur kendaraan.Pengendara roda dua dan roda empat terpaksa melaju perlahan untuk menghindari risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan.Air yang menggenang juga menutupi lubang-lubang kecil di permukaan jalan sehingga menyulitkan pengendara dalam memperkirakan kondisi aspal di bawahnya.
Arus lalu lintas mengalami perlambatan terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas warga sedang tinggi.Warga yang hendak berangkat bekerja atau pulang ke rumah harus mengalokasikan waktu tempuh lebih lama dari biasanya.Keterlambatan menjadi tidak terhindarkan di beberapa titik karena kendaraan saling mengantre untuk melewati bagian jalan yang tergenang lebih dalam.
Pengendara sepeda motor menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.Jalan licin akibat genangan meningkatkan risiko tergelincir terutama saat kendaraan harus bermanuver di antara mobil yang melambat.Pejalan kaki pun menghadapi kesulitan karena trotoar di beberapa ruas ikut tergenang sehingga mereka harus berjalan di badan jalan yang ramai kendaraan.
Aktivitas ekonomi harian turut terpengaruh oleh kondisi tersebut.Distribusi barang menjadi lebih lambat karena kendaraan pengangkut harus mengurangi kecepatan.Pedagang dan pelaku usaha yang bergantung pada kelancaran lalu lintas merasakan penurunan aktivitas saat hujan deras dan genangan terjadi.Warga juga cenderung menunda aktivitas luar rumah hingga kondisi jalan membaik.
Genangan di jalan utama menunjukkan bahwa sistem drainase di sekitar kawasan tersebut belum berfungsi optimal.Saluran air yang tidak mampu menampung limpasan hujan dengan cepat menyebabkan air meluap ke badan jalan.Di beberapa lokasi,pendangkalan saluran dan tumpukan sampah memperlambat aliran air sehingga genangan bertahan lebih lama meski hujan telah reda.
Selain itu,perkembangan kawasan perkotaan turut memengaruhi kondisi tata air.Permukaan tanah yang semakin tertutup aspal dan beton mengurangi daya resap air hujan.Akibatnya,volume limpasan meningkat dan langsung membebani sistem drainase yang kapasitasnya terbatas.Kondisi ini membuat genangan menjadi persoalan yang berulang setiap kali hujan deras turun.
Dampak genangan tidak hanya dirasakan secara langsung oleh pengguna jalan tetapi juga berpengaruh pada kondisi infrastruktur.Lapisan aspal yang sering terendam air menjadi lebih cepat rusak.Retakan dan lubang kecil dapat berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius jika tidak segera ditangani.Hal ini menambah beban pemeliharaan infrastruktur jalan dalam jangka panjang.
Dari sisi keselamatan,genangan di jalan utama meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.Kombinasi antara permukaan licin,jarak pandang terbatas,dan kepadatan kendaraan menciptakan situasi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.Pengendara diimbau untuk mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman saat melintasi jalan tergenang.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan tata air perkotaan yang lebih efektif.Pembersihan saluran drainase dan penanganan titik rawan genangan perlu dilakukan secara rutin.Upaya jangka pendek ini penting untuk mengurangi dampak genangan terhadap lalu lintas.Namun untuk jangka panjang,diperlukan peningkatan kapasitas drainase dan penataan sistem aliran air agar sesuai dengan perkembangan kota.
Perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu turut memperbesar tantangan.Hujan deras dalam durasi singkat diperkirakan akan semakin sering terjadi.Kota perlu beradaptasi dengan kondisi tersebut melalui perencanaan infrastruktur yang lebih tangguh dan fleksibel.Penyediaan area resapan air dan penggunaan material ramah lingkungan dapat membantu mengurangi limpasan permukaan.
Peran masyarakat juga tidak kalah penting.Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke saluran air membantu menjaga kelancaran aliran drainase.Partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar jalan dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi genangan di tingkat lokal.Kolaborasi antara masyarakat dan pengelola kota menjadi kunci dalam menghadapi persoalan ini.
Genangan yang terjadi di jalan utama Kota Makassar usai hujan deras menunjukkan bahwa tantangan perkotaan semakin kompleks.Diperlukan upaya terpadu antara perbaikan infrastruktur,perawatan rutin,dan kesadaran kolektif agar dampak hujan deras terhadap lalu lintas dapat diminimalkan.Dengan langkah yang konsisten,kelancaran mobilitas warga diharapkan dapat terjaga meski cuaca ekstrem terus menguji ketahanan kota.
